Gemz Wardh

Live From Us to you who really care about word and life.

Isyarat Tubuh Dari Perokok

Ngomongin soal rokok di Negara yang hampir sebagian warganya hidup dari penghasilan pabrik rokok emang sedikit dilema. Yang satu bilang kalo pabrik rokok ditutup, maka akan semakin banyak pengangguran...dan satunya bilang juga bahkan mem"fatwa"kan bahwa rokok HARAM! Nah, kalo udah begini bingung anda akan berdiri di sisi yang mana.

Ada yang bilang, merokok itu semacam tanda eksternal dari adanya sebuah kekacauan. Orang yang merokok belum tentu dia ketagihan nikotin namun bisa jadi karena dia membutuhkan ketenangan. Jadi ini kayak kegiatan pengalihan untuk ngelepasin ketegangan yang menumpuk dalam kehidupan sosial. Merokok juga biasa dilakuin buat ngurangin kecemasan yang dirasakan oleh seseorang. Orang yang ga ngerokok biasa ngunyah permen karet, menggigit kuku, mengetuk tangan ato kaki, merapikan leher baju, menggaruk kepala, jalan mondar-mandir, dsb untuk menutupi kecemasan yang sedang mereka rasain.

Bayi yang disusui oleh Ibunya lebih lama cenderung lebih kecil kemungkinannya menjadi seorang perokok. Mungkin ini disebabkan adannya keterikatan yang erat antara bayi dengan payudara ibunnya yang menimbulkan kenyamanan yang tidak bisa dihadirkan oleh botol.

Kajian mengatakan bahwa isapan rokok yang kecil dan cepat akan memberikan rangsangan ke otak serta memberikan tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Isapan yang lebih panjang dan lambat berfungsi sebagai penenang. Pria cenderung lebih lama menahan asap di dalam paru-paru dibandingkan wanita, sehingga perokok Pria lebih mungkin terserang kanker paru-paru dibandingkan wanita.

Seseorang yang menghembuskan asap rokoknya keatas menunjukkan seseorang yang merasa positif, superior, atau percaya diri. Kebalikannya yang menghembuskan ke bawah maka mereka adalah seseorang yang pikirannya sedang negatif, penuh rahasia, atau curiga. Semakin cepat menghembuskan nafas ke atas maka akan semakin positif perasaan perokok tersebut. Begitu pula sebaliknya. Dalam suatu perundingan orang yang merokok membutuhkan waktu yang lebih lama dalam membuat keputusan. Perokok ini merasa dapat menunda keputusan dengan mengalihkan perhatian ke proses merokok. ritual merokok akan sering dilakukan selama saat-saat tegang dari perundingan. Jadi jika anda menginginkan keputusan yang lebih cepat dari mereka maka berundinglah di ruangan yang bertuliskan "dilarang merokok"
#Allan & Barbara Pease

by : Gitgem

0 comments:

Posting Komentar