Gemz Wardh

Live From Us to you who really care about word and life.

Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

The Story End

Masing-masing dari kita pasti pernah ngerasain yang namanya perpisahan. Entah itu dengan teman, keluarga, sahabat, pacar, istri ataupun anak. Begitulah…gimana rasanya yaa. Em… sediih? Iya…galau? iyaa…putus asa? mungkin… Sudah gitu ga ada yang bisa kita lakukan saat orang yang begitu dekat dengan kita kemudian pergi meninggalkan kita. Pergi bisa bermacam-macam. Keluar kota, keluar pulau, keluar negeri atau keluar dunia (meninggal).

Jadi ni anak sebenernya adek tingkat sii, beda jurusan satu fakultas. Cewek Medan, Orangnya supel, banyak makannya , sikap baiknya bikin orang salah paham, cowoknya banyak, pikun, katanya siih…pinter, namanya “dia”… Dia lulus lebih dulu dibanding aku. Cuma beda 4-6 bulan duank, tapi secara “de facto” dia emang lebih cepet kuliahnya dibanding aku. Dia 4 tahun lulus, aku 5 tahun lulus (mungkin dia emang bener pinter).

Saat mengerjakan skripsi merupakan saat-saat yang paling diminati oleh semua yang ngerasa ato ngaku sebagai mahasiswa. Buktinya, semua mahasiswa ga ada yang lulus sebelum mengerjakan skripsi. Jadi terbukti kaan kalo skripsi itu idola para mahasiswa (gilaa..). saat ngerjain skripsi pula kadang cerita sedih, seru, seneng, sumpek bahkan serem sering terjadi. Kebersamaan kita cuma 1 tahun. Selama 1 tahun itu kita cuma 3 kali wisata kuliner, tapi hmm…aku rasa berkualitas waktu yang kita jalanin waktu itu. Dia bisa memperlihatkan sudut pandang yang berbeda saat sedih, saat sumpek dia bisa ngehapus jejak-jejak kerutan di dahi, saat seneng dia membuat seneng itu terasa lebih berarti, dan saat serem dia yang paling duluan larii dan hari-hari seru pun selalu senantiasa mengikuti. Hal itu juga dilakukan dengan kapasitasnya sebagai seorang temen yang bagiku…wooow, sangat berkesan! Sehingga cepet2 lulus!

Setelah wisuda masing-masing kini memikul tanggung jawab yang berbeda-beda. Beban yang berbeda-beda dan masa depan yang berbeda-beda. Dia memutuskan melanjutkan perantauannya di jawa, ngga balik ke Medan. Cita-citanya sii mampir ke Jakarta, sama kayak orang-orang kampung yang pengen liat KOTA (ahahahaha…). Saat itu pula, rasa kehilangan yang “bener-bener itu” begitu kerasa…

Rasanya itu mirip-mirip kayak gini, teman…
Kebetulan aku juga suka sekali dengan film –film yang….eum, gmana ya deskripsinya…pokoknya filmnya bagus mulai dari pemerannya, actingnya, soundtracknya, tapi terutama si buat aku tu jalan critanya dan makna filmnya. Langsung aja aku kasih contoh film Harry Potter yang kebetulan aku suka setiap jalan cerita di masing-masing episodenya. Ngga mesti Harry Potter yaa, kalo pembaca punya film kesukaan lainnya ya analogikan harry potter dengan film kesukaan anda tersebut. Begitu aku nonton film harry potter 7B yang kemudian TAMAT rasanya kan seperti “wah, sayang sekali film sebagus ini udah ga ada lanjutannya”. Beda kalo kita nonton harry potter chapter 1 yang setelah habis, mungkin reaksi kita biasa-biasa aja ketika dibilang ga ada lanjutannya lagi. Hal ini dikarenakan ketika harry potter 7B tamat, kita udah terlalu lama bersama-sama sejak harry potter chapter 1. Dan sejak chapter 1 sampe chapter 7, tiap chapter punya kenangan sendiri-sendiri, punya ketegangan, emosi maupun kondisi hati sendiri-sendiri. Kalo film, suatu saat kita bisa puter lagi dan nonton lagi berulang-ulang. Tapi persahabatan, perjalanan, peristiwa yang kita telah alami sulit sekali untuk kita ulangi kan??? Coba, apa anda bisa kembali ke saat anda masih bersama-sama dengan mantan yang masih anda sayang sedangkan saat ini anda telah beristri dan mempunyai 2 orang anak yang sehat? Yang bisa kita lakukan hanyalah mengingatnya kaan… Subhanallah!! Lalu saat ditengah-tengah kita mengingatnya kemudian penyesalan dateng. Penyesalan itu emang dateng belakangan, saat imsak uda dateng, saat menu berbuka udah habis, saat ramadhan telah lewat, saat dosa baru aja kita lakukan, saat waktu ujian telah datang, saat kematian telah menjemput, bahkan gosipnya saat hari pembalasan dosa-dosa kita, penyesalan itu masih aja dateng terlambat…(kyak Indonesia ya, telat terus…).

Lalu penyesalan seperti apa yang aku alami?
hmm, jadi ketika dia memutuskan untuk pergi melanjutkan perantauannya, kehilangan dan penyesalan bercampur jadi satu. (Apalagi pas berangkat ga kasih kabar dulu, sms kek, peliit..) Kalo rasa kehilangan mungkin masing-masing dari anda pasti udah bisa ngebayangin kaan gmana rasanya. Sedangkan rasa penyesalan itu dateng karena hmm, aku sempet kepikir gini “ dia sudah dateng dan memberi banyak wejangan dan pengaruh dalam hidupku, apakah aku pun telah memberi pengaruh yang positif untuknya ?” jika dirasa sudah, mungkin penyesalan ga akan mampir, masalahnya aku merasa belum…

Oke, sekarang kita tinggalkan dulu penyesalan yang emang selalu telat… Kita coba singgung masalah kehilangan yang aku rasakan dan bagaimana kira-kira mengatasinya?
Emang kehilangan temen/sahabat/pacar itu ga seberapa dibandingkan kehilangan anggota keluarga/anggota tubuh. Namun tetep dunk, namanya kehilangan…. Ga ikhlas, ga ridho’, ga terima itu selalu ada. Kenapa tuhan memisahkan kita, memisahkanku dengan orang yang bisa meramaikan suasana kehidupanku (ceileee…kayak yang istrinya ajaa siiih) ato kalo dikaitkan ama film “kenapa filmnya udah TAMAT siih, cerita anaknya Harry Potter kek, lord voldemort ga jadi mati kek, ato gmana gituu, ato dibikinin cerita Sinetron gituu…biar lama, hahaha….”

Dan ternyata begini…
Sesaat setelah harry potter 7B tamat, kita bersedih, karena tu film uda ga bakal ada lanjutannya lagi. Sensasi yang akan kita rasakan saat nnton tu film uda ga bakal pernah kita rasakan lagi. Kita sedih, galau ,bahkan ekstrimnya sampe-sampe putus asa, saking putus asanya sampe ga mau nonton film lain lagi selain harry Potter, diulang-ulang terus dari chapter 1 ampe 7B secara marathon tiap ari….(percaya deh, pasti ada yang kayak gitu..). namun beberapa bulan, atau bahkan beberapa hari kemudian kita ga sengaja nemu film baru, sekuel baru, yang ternyata ga kalah seru dibanding Harry Potter (well, ini kenyataan…). Dan akhirnya harry potter sedikit demi sedikit terlupakan, bahkan file di komputer kita pun kita buang, kita ganti ama file film terbaru tersebut supaya hard Disk ga penuh. Ekstrimnya lagi kita pun bilang “harry Potter” ternyata ga ada apa-apanya dibanding ni film. In the End, We Find Another feeling!

Berkaca dari kejadian tersebut aku coba aplikasikan, kita ngga bisa terus-menerus bersedih saat seseorang teman dekat meninggalkan kita… tapi file nya aku ngga mau buang. File nya aku burning ke CD, tu CD kemudian dibingkai/disimpen dengan baik sehingga suatu saat bisa disetel lagi kalo kangen. Hard disk ga penuh tapi filenya juga tetep ada. Jadi ingetanku ga mau ku hapus. Ingetanku kusimpen di rak dalem otak yang terlindung dengan baik. Dan Subhanallah, Tuhan menciptakan otak yang punya hard disk unlimited! Bahkan Tuhan membekali setiap orang punya 2 mesin waktu agar kita bisa menonton atau bahkan mengulanginya kalo kangen. Untuk ke masa lalu mesin waktunya bernama kenangan, dan untuk kemasa depan namanya harapan. Kita kudu yakin, akan ada film yang lain, karena banyak sutradara handal diluar sana. Aku pun yakin akan ada dia yang mampu menyemarakkan lagi suasana hati yang sedingin kota Malang malem ni, karena ada Allah yang merupakan sutradara terhandal diatas sana. Jika CD itu dibingkai, begitu pula memori saat 1 tahun kita dulu akan disimpan dengan rapi

Buat dia yang udah membantu mengobarkan bendera pengerjaan skripsi secara tidak langsung dari jauh, dia yang ndengerin curhat saat makan nasi goreng di lowokwaru, nemenin makan di cak Pi’i waktu malem minggu, pas nemenin cari mie buat kontrol di skripsiku lalu mampir di serabi imut, trus pas buka bareng di Pulosari yang kepedesen gara-gara Ma’ Icih, heuum….semoga kalimat ini masih banyak lanjutannya yaa.. kan kamu sendiri yang bilaang “jangan putus yaa mas, silaturahmi kita ni, meski masing-masing uda nikah, kakek-nenek klo perlu (dengan logat medan mu) TERIMA KASIIIIIIIHH… T.T BERKAHMU TU EMANG BIKIN SALAH PAHAM tapi mending daripada SALAH ALAMAT >.<

OST YUI-Goodbye Days

By Gita

Pintu Rumah Si "Mas"

Kalian pernah denger cerita tentang orang yang sering diketuk pintunya oleh seorang wanita dari luar, namun saat pintu tersebut dibuka tak nampak seorang pun di depan rumah tersebut?? Ini bukan cerita horor hanya cerita dari seorang yang pendiam dan yang menunggu untuk beranjak dewasa.

Karena suatu hal orang ini kemudian menutup pintu rumahnya rapat-rapat hingga tak pernah lagi ingin membuka pintunya barang sedikitpun hingga ia tumbuh dewasa dan berpenghasilan dan hingga dia benar-benar siap. Namun, tiba-tiba seorang wanita mendekati rumahnya. Wanita itu bahkan sering menyirami dan bercengkerama dengan tanaman yang dimiliki oleh orang tersebut, yang semenjak orang tersebut menutup pintunya, tanaman tersebut dibiarkan tumbuh liar dan tak terawat bahkan cenderung disebut layu. Padahal tanaman itulah yang sangat orang tersebut sayangi, bahkan hanya tanaman itu yang ia punya selama ini sebagai teman dekatnya. Kadang-kadang wanita itu sering memanggil orang yang berada di dalam rumah tersebut dengan sebutan "Mas".

Mas sebenarnya ingin menyapa wanita tersebut, namun dia selalu teringat dengan komitmennya yang tak akan pernah membuka pintu rumahnya hingga dia benar-benar siap dan mapan. Butuh sebuah tekad yang kuat untuk menelah ludah sendiri. Begitulah yang dialami mas setiap hari. Hari demi hari hanya bisa memandang wanita tersebut dengan perasaan yang bercampur aduk. Hingga pada suatu malam, ia telah bertekad untuk menelan komitmen yang telah ia ucapkan pada esok paginya.
Keesokan paginya, bahkan pagi-pagi sekali Mas membuka pintu rumahnya lebar-lebar dengan harapan bisa menyapa wanita tersebut, bercengkerama, sekaligus meminta maaf karena tidak pernah menyahut panggilannya. namun yang terjadi, wanita itu tidak pernah berkunjung di hari-hari selanjutnya berminggu, bahkan berbulan-bulan. Wanita itu telah pergi saat Mas telah melanggar komitmen yang telah ia buat sendiri dengan mempertaruhkan kehidupan pribadinya.

Suatu saat, tiba-tiba datang seorang wanita lain. Kali ini wanita tersebut kadang berkunjung bersama ibunya. Sering ia mengetuk pintu rumah mas atau paling tidak menyapa mas lewat jendela disamping pintu utama yang sengaja Mas buka sebagai tanda sedikit kesiapan Mas, meskipun pintu utama kembali ditutup dengan rapat. Mas pun ingin menyapa dan menegurnya, namun ia takut terhadap apa yang telah ia alami sebelumnya,sehingga ia pun urung. Tak berapa lama, Mas pun mengambil resiko untuk menegurnya. Semula ia telah bertemu dengan ibunya yang periang, namun Sang Anak ternyata tidak ingin masuk kedalam rumah untuk sekedar berkunjung dan meminum secangkir teh kombucha manis. Sang anak lebih suka berkunjung ke rumah orang lain yang berada di lain gang di kompleks kampung "Pangan"
Meskipun begitu, saat ini sang anak masih sering menyapa mas lewat jendela, meskipun tidak seceria dulu namun mas masih dapat melihat wajah sang anak meskipun hanya melalui jendela kecil berukuran 0,5x1 meter.

Stelah beberapa minggu berselang dari peristiwa kedua, seorang wanita yang dulu sering ia pandangi dari kejauhan dan sering Mas undang untuk mampir berkunjung kedalam rumahnya kini mulai mendekat. Dahulu wanita ini tidak pernah mau berkunjung bahkan sekedar hanya untuk melewati depan rumah Mas pun dia tidak pernah. Ia pun secara terang-terangan mengakui pada Mas bahwa ia tak menyukainya sedikitpun sejak ia menyapa wanita tersebut. Namun entah kenapa, wanita itu tiba-tiba telah berada di pintu pagar sambil tersenyum. Namun senyum yang terkembang dari bibirnya yang indah tersebut masih sedikit memancarkan aroma kesedihan. Wanita ini masih misterius hingga sekarang, apakah dia juga sama seperti sebelumnya atau mungkin justru lebih buruk belum pernah terdengar dari cerita Si Mas.

Hal ini terjadi terus menerus, berulang-ulang dengan cara yang berbeda. Sering kali Mas mengalami hal yang sama dengan tidak menjumpai siapapun saat membuka pintu rumahnya, saat ia mempersilahkan tamunya, dan membuka jendela rumahnya. Bahkan hingga tak seorang pun mungkin peduli terhadapnya. Hingga tidak sadar bahwa umurnya kini telah menginjak kepala dua. Ia menjadi takut, putus asa, tanpa gairah hidup, untuk tumbuh dewasa tanpa pengalaman tersebut. Apalagi para tetangganya yang lain yang sebaya telah merasakan pengalaman tersebut dan sering dibanggakan oleh mereka. Mungkin jika Tuhan tidak bersamanya, mungkin leher Mas telah berada menggantung diatas perapian dengan selendang yang melindungi lehernya dari panasnya api perapian.

Sulitnya pengalaman itu. Pengalaman dalam menuang secangkir teh dengan aneka jenisnya kedalam cangkir milik seorang wanita yang ia dambakan. Rumah Mas di jalan hati dan jenis tanaman itu Mas sebut Cinta.